Ide bagus tidak seharusnya mati di chat.
Ubah satu kalimat menjadi alur kerja yang terhubung dan bisa ditinjau—teknologi, pertanyaan, fitur, PRD, dan task implementasi.
Semua hasil tetap bisa diedit, terlacak, dan terhubung dengan keputusan di baliknya.
Setiap hasil punya sumber yang jelas.
Keputusan tidak hilang saat berpindah dari discovery ke development. Setiap tahap menjadi konteks untuk tahap berikutnya.
Tulis masalah, pengguna, dan hasil yang diinginkan.
Pilih stack atau tinjau rekomendasi yang bisa diedit.
Tutup celah kebutuhan lewat lima pertanyaan adaptif.
Tata fitur, prioritas, dan batas MVP.
Tinjau dokumen bagian per bagian, bukan satu blok panjang.
Ubah ruang lingkup jadi task dengan kriteria selesai.
Dokumen yang berujung tindakan, bukan arsip.
Tinjau PRD bagian per bagian, pisahkan MVP dari ide lanjutan, lalu ubah keputusan itu menjadi task dengan pemilik, prioritas, dependensi, dan kriteria selesai.
Fitur utama untuk menghubungkan pelanggan dengan penyedia jasa lokal.
> ambil task prioritas tertinggi dari proyek marketplace jasa lokal
Coding agent membaca konteks yang sama dengan tim Anda.
Pilih task, baca PRD terkait, mulai implementasi, lalu sinkronkan status. Serah terima tetap dekat dengan sumber keputusan produk.
Pertanyaan yang sering diajukan.
Tidak. IlovePRD membantu founder, PM, developer, dan AI coding tool bekerja dari keputusan produk yang sama.
Jangan mulai development dari asumsi.
Perjelas arah produk, tinjau ruang lingkupnya, dan kirim konteks yang sama ke tim dan coding agent.